• -- MAJULAH SEKOLAHKU --

  • Kata Mutiara

    Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini - Malcolm-X
  • PPDB 2015July 2nd, 2015
    Penerimaan Peserta Didik Baru 2015 (2-8 Juli 2015)
  • Postingan Baru

  • Stop Pornografi

  • Arsip Tulisan

  • Follow Tweeter

Memahami Tugas Guru

Sebagaimana profesi-profesi lainnya, guru juga mempunyai tugas. Ketika saya baca UU Guru dan Dosen (UGD), yang dikatakan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama: mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi. Karena memang dalam beberapa tahun terakhir guru telah diakui sebagai profesi, sehingga pengemban tugas (amanat) tersebut harus menyandang status profesional atau singkatnya guru profesional. Sedangkan kompetensi yang harus dimiliki guru adalah kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Guru sebagai tenaga profesional mengandung arti bahwa pekerjaan guru hanya dapat dimiliki oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik dan kompetensi sesuai dengan persyaratan kegiatan pembelajaran pada jenis dan jenjang pendidikan tertentu dan sertifikasi profesi. Namun bukan berarti seseorang yang bukan lulusan sarjana dia tidak bisa disebut profesional. Toh juga banyak kita jumpai guru yang bukan sarjana dan tidak ikut sertifikasi tetapi mereka bisa lebih profesional.

Kembali ke topik. Mengenai tugas guru (di luar 7 tugas yang disebutkan di UGD) setidaknya ada tiga tugas pokok dan mendasar yang benar-benar harus di fahami dan diamalkan oleh seorang guru, tugas tersebut adalah; mendidik, mengajar, dan melatih. Memang beberapa orang mengatakan tugas guru itu banyak sekali baik dari sisi administratif atau praktis, seperti memimpin, memfasilitasi, membuat silabus, RPP, menilai, menganalisis, melaksanakan remidi, dan sebagainya. Namun saya hanya akan difokuskan pada 3 hal di atas, tidak termasuk derivasinya.

Tugas pertama adalah mendidik. Mendidik bisa diartikan mewariskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Alasan saya memilih kata ‘mewariskan’ karena  memang seharusnya guru sudah mempunyai nilai-nilai (karakter) sebelum dia mengajarkan ilmu kepada muridnya. Nilai-nilai itulah yang akan dia wariskan kepada murid di dalam ruangan-ruangan kelas atau lapangan. Pewarisan dan pengembangan nilai-nilai tersebut seperti kejujuran, tanggungjawab, kedisiplinan, kerja keras, kesabaran, keberanian, kerjasama, nilai-nilai ketuhanan, dan sebagainya. Tugas mendidik seringkali diistilahkan dengan pengembangan afektif.

Bisa dibayangkan bagaimana jika guru tidak mempunyai nilai sikap yang baik di kelas?! Misalnya sering telat, pakaiannya lusuh, dan tidak disiplin, pasti kredibilitasnya akan berkurang, atau bahkan akan menimbulkan efek negatif bagi siswa dan akhirnya hanya akan melahirkan generasi yang lebih rusak. Ingat pepatah bilang “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Begitu juga kita cermati bagaimana guru dan orangtua kita dahulu selalu menitikberatkan pada afektif/sikap/akhlaq dalam dalam berbagai hal, karena memang itu adalah yang paling utama. Kita juga mendengar beberapa penelitian menyebutkan bahwa EQ (kecerdasan emosi/sikap) mampu memberikan kontribusi 80% terhadap keberhasilan seseorang. Dan ingat sabda Rasul Muhammad SAW “Sebaik-baik manusia di antara kalian adalah yang paling baik akhlaqnya”.

Pewarisan dan pengembangan nilai itu dituangkan dalam pembelajaran-pembelajaran. Dalam pembelajaran TIK misalnya, bagaimana setiap bentuk teknologi yang ada perlu disikapi dengan bijak, menggunakan secara optimal untuk hal-hal positif, kelancaran pekerjaan, dan sebagainya termasuk pengendali hardware harus bertangungjawab atas setiap yang dilakukannya. Dalam pembelajaran komputer sikap disiplin dan hati-hati mutlak diperlukan, disiplin bisa diartikan sebagai tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan, misalnya bagaimana memulai menghidupkan, mengoperasionalkan, bekerja keras dalam setiap praktek, memenuhi tugas-tugas, berani bertanya materi yang belum bisa, termasuk kerja mandiri dalam ulangan atau ujian.

Tugas kedua; mengajar. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan kognitif. Pada level inilah proses transfer ilmu sesuai dengan kompetensi guru masing-masing dilakukan. Seorang guru melakukan transfer ilmu minimal sesuai dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang ditetapkan. Pada tahap ini pula guru diharuskan mengolah proses bagaimanapun caranya agar ilmu dapat tersampaikan pada siswa dengan baik. Dimulai dengan analisa kondisi siswa-sekolah kemudian pembuatan silabus/rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan pemilihan metode pembelajaran. Berbagai metode dapat menjadi pilihan seperti ceramah, demonstrasi, contextual teaching-learning (CTL), kooperatif, dan sebagainya. Metode itu dipilih dan dikembangkan tentunya harus sesuai dengan karakteristik materi yang akan diajarkan. Misalnya, pelajaran TIK yang saya ajar (kelas 8 dan 9) lebih cenderung ke metode demonstrasi dan CTL. Pada tugas kedua ini (mengajar) banyak derivasinya mulai dari membuat silabus/RPP, menguji, remidial, menilai, dan sebagainya.

Tugas ketiga; melatih, yaitu mengembangkan keterampilan dan skill siswa. Pengembangan motorik. Dalam kamus bahasa indonesia, melatih diartikan sebagai mengajar seseorang agar terbiasa (mampu) melakukan sesuatu; membiasakan diri (belajar). Melatih ini lebih pada tataran teknis-praktis, dengan tujuan menjadi sebuah kebiasaan.

Dalam implementasinya, ketiga tugas tersebut harus saling terintegrasi, bukan terpisah. Sehingga dalam satu sesi pembelajaran ketiga hal itu memungkinkan bisa dilakukan.

Selamat membangun bangsa!

Fuad – belajar menjadi profesional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

setia1heri.com

Wis pokok e nulis Gan... :-D

catatan_pena

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya

Eduventor

Invent, Innovate, & Improve

Mymind

Selamat datang dan terima kasih telah berkunjung

An-Nisaa`

Mencari Jejak Hujan Pada Episode Senja, Menjingga...

A

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....

oRiDo™ On wORds

jadikan blOg sebagai waRisan untuk anak-cucu :)

Lorong Edukasi

Be Inspirative Teacher

e-Newsletter Disdik

LEMBARAN BERITA DAN DISTRIBUSI INFORMASI SEPUTAR PENDIDIKAN

GURU HAUS ILMU

BLOG GURU INDONESIA

%d bloggers like this: